Berita

Silat Tiga Serangkai Jabodetabek Matangkan Evaluasi dan Keilmuan Bersama Pembina di Tambun Bekasi

Tambun, Bekasi — Semangat pelestarian budaya dan pendalaman keilmuan silat kembali menguat dalam pertemuan penting Silat Tiga Serangkai Jabodetabek yang digelar di kediaman tokoh ulama Yayasan Darul Ihsan Kp. Bendungan Kebun Kelapa Desa Satria Jaya Kec. Tambun Utara , KH. Ahmad Zarkasih, Tambun, Bekasi. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi perkembangan perguruan sekaligus memperdalam aspek keilmuan yang menjadi ruh Silat Tiga Serangkai.

Pertemuan yang dihadiri para pengurus, pelatih, dan perwakilan perguruan dari wilayah Jabodetabek tersebut berlangsung dalam suasana khidmat namun penuh keakraban. Diskusi intensif bersama pembina menyoroti capaian pembinaan pesilat, konsistensi latihan, hingga tantangan regenerasi di tengah arus modernisasi.

Dalam arahannya, pembina menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemampuan fisik, kedisiplinan mental, dan keilmuan spiritual sebagai fondasi utama Silat Tiga Serangkai. Evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan kuat untuk menyusun langkah pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan di seluruh wilayah Jakarta, bogor, depok, tangerang dan bekasi.

Tak hanya fokus pada aspek teknis, pertemuan ini juga menjadi ruang pendalaman nilai-nilai keilmuan juga manajemen kepengurusan untuk lebih baik kedepannya antar pusat, cabang dan ranting harus ada komunikasi yang baik. Pembina menekankan bahwa silat bukan sekadar bela diri, melainkan jalan pembentukan akhlak, karakter, dan tanggung jawab sosial. Pada pertemuan ini juga Pembina memperpanjang kepengurusan untuk wilayah Jabodetabek untuk mengevaluasi dan membenahi data-data anggotanya.

 

“Kekuatan sejati pesilat bukan hanya pada gerak, tetapi pada ilmu, adab, dan niat,” menjadi pesan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.

Melalui kegiatan ini, Silat Tiga Serangkai Jabodetabek meneguhkan komitmennya untuk terus berkembang tanpa meninggalkan jati diri, sekaligus mempererat silaturahmi antar anggota. Diharapkan, hasil evaluasi dan pendalaman keilmuan ini mampu melahirkan pesilat-pesilat yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia di masa depan.